PENGERTIAN KOLONIALISME DAN IMPERALISME
•Kolonialisme adalah suatu usaha untuk melakukan sistem permukiman warga dari suatu Negara di luar wilayah Negara individunya atau Negara asalnya. Umumnya, wilayah koloni terletak di seberang lautan Negara induk yang kemudian dinyatakan sebagai daerah bagian dari Negara asal tersebut.
•Imperialisme adalah usaha memperluas wilayah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran. Menurut sifatnya, imperialism Dapat di bedakan menjadi dua, yaitu imperialisme Kuno dan imperialisme Moderen.
LATAR BELAKANG KOLONIALISME DAN IMPERALISME
•Kolonialisme dan Imperialisme sendiri sudah berkembang sejak abad ke-15 oleh bangsa Eropa ke seluruh dunia dan akhirnya masuk ke Indonesia.
Hal itu dilatarbelakangi sejak terjadinya Perang Salib dan Jatuhnya Konstatinopel ke Turki Usmani (Ottoman) pada tahun 1453.Akhirnya jalur perdagangan Asia – Eropa yang melewati laut tengah ditutup, jadi mau tidak mau bangsa Eropa dengan bekal kemajuan Teknologi Pelayaran mulai mencari jalur perdagangan yang baru.
FAKTOR PENDUKUNG MUNCULNYA KOLONIALISME DAN IMPERALISME
Sebenarnya hal yang melatarbelakanginya munculnya Kolonialisme dan Imperialisme selain beberapa hal yang disebutkan diatas juga ada beberapa faktor pendukung lainnya, yaitu :
1. Adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang – orang yang beragama islam.
2. Jatuhnya Kontantinople, ibu kota Imperium ke tangan Dinasti Usmani Turki.
3. Adanya keinginan mengetahui lebih jauh mengenai rahasia alam semesta, keadaan geografi, dan bangsa – bangsa yang tinggal di belahan bumi lain.
4. Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah – rempah.
5. Kisah penjelajahan Marcopolo ( 1254-1324), seorang pedagang dari Venesia, Italia ke Cina yang dituang dalam buku Book of Various Experience.
6. Ingin memperoleh keuntungan / kekayaan yang sebanyak – banyaknya.
7. Adanya teori Copernicus dan Galileo Galilei.
8. Ambisi 3G ( Gold, Glory dan Gospel ).
BANGSA BARAT YANG DATANG DAN MENJAJAH DI INDONESIA
•Bangsa Portugis
Bangsa Portugis menguasai Malaka tahun 1511 dibawah pimpinan Alfonso d’albuquerque. Bangsa Portugis datang ke Indonesia bertujuan untuk mencari rempah2.
Bangsa Indonesia menolak bangsa Portugis karena:
- Portugis akan melakukan monopoli perdagangan rempah2
- Portugis akan merampas kedaulatan raja-raja Indonesia
Perlawanan terhadap bangsa Portugis pernah dilakukan oleh Raja Demak R. Patah dengan mengutus putranya Pati Unus tetapi mengalami kegagalan.
•Bangsa Spanyol
Ekspedisi yang dipimpin oleh Ferdinand de Magelhaen dan Yuan Sebastian del Cono sampai Fhilipina tahun 1521. Magelhein meninggal dalam pertempuran di Filiphina dan perjalanan dilanjutkan oleh Sebastian del Cono, sampai Maluku tahun 1521. kemudian bertemu dengan Portugis sehingga terjadi perselisihan.
Perselisihan diakhiri dengan perjanjian saragosa yang isinya :
•keturunan portugis disebelah barat garis Saragosa •Spanyol di sebelah timur garis Saragosa
•Bangsa Belanda
Bangsa Belanda adalah bangsa yang terlama menjajah bangsa indoneia.Bangsa belanda sampai di Indonesia tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Peter Keyzer.
Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan organisasi yang disebut dengan VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) Pimpinan VOC terdiri atas 17 orang sehingga disebut dengan Heren Zeventien.
Tujuan VOC adalah :
a. Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda
b. Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan perdagangan barat
c. Membantu pemerintah Belanda menghadapi Spanyol
Hak kekuasaan VOC yaitu :
a. Memonopoli perdagangan
b. Mengadakan perjanjian dengan raja setempat
c. Membentuk angkatan perang sendiri
d. Membuat mata uang sendiri
e. Mengangkat pegawai yang dibutuhkan
f. Berhak mengumumkan perang
Tindakan VOC :
Pieter Both ( 1610-1614 ) diangkat sebagai gubernur jendral pertama VOC. Ia berkuasa di Jayakarta. Saat itu Jayakarta di perintah oleh seorang adipati, Pangeran WIjayakrama. Awalnya hubungan VOC dengan kerajaan kerajaan di Indonesia berjalan baik. Namun semua memburuk ketika masa pemerintahan J.P Coen ( Jan Pieterzoon Coen ). Pada tahun 1619 Jayakarta jatuh ke tangan VOC. Tepatnya tanggal 30 mei 1619 Jayakarta berubah nama menjadi Batavia. Nama Batavia digunakan untuk mengabdikan nama nenek moyang bangsa Belanda, yaitu bangsa Bataaf.
Dalam monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia, VOC memberlakukan hal-hal berikut.
a. Hak Eksteerpasi, yaitu hak untuk mengurangi hasil rempah-rempan dengan cara menebang atau memusnahkannya bila perlu. Tujuannya agar penawaran rempah-rempah terkendali dengan harga yang tetap menguntungkan VOC.
b. Pelayaran Hongi (Hongi Tochtan), yaitu pengawasan terhadap pelaksanaan monopoli perdagangan Indonesia. Jika petani menjual rempah-rempahnya kepada pihak selain VOC, maka petani tersebut ditangkap dan rempah-rempahnya dibakar.
Namun, kejayaan VOC tidak berlangsung lama. VOC mengalami kemunduran pada akhir abad XVIII.
Sebab-sebab kemunduran VOC sebagai berikut.
· Banyak pegawai VOC melakukan penyelewengan untuk memperkaya diri sendiri (korupsi).
· Wilayah Indonesia yang luas memerlukan biaya besar untuk mengelolanya.
· Biaya perang untuk menumpas perlawanan sporadic suku-suku di Indonesia sangat besar.
· Persaingan dengan kongsi dagang negara lain, misalnya EIC milik pemerintah Inggris, semakin tajam.
Thank
ReplyDelete